Wed. May 22nd, 2024
Ketua Srikandi PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Meyrina Paulina Turambi  dalam kesempatannya di Seminar International Women’s Day di hadapan pegiat UMK perempuan. FOTO DOK PLN

energikita.id – PT PLN (Persero) menyelenggarakan pelatihan dasar hukum berbisnis kepada para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Binaan PLN. Pelatihan ini terselenggara pada seminar International Women’s Day yang diinisiasi oleh Srikandi PLN bekerja sama dengan Hadiputranto, Hadinoto & Patners (HHP) Law Firm, pada Jumat (1/3).


Seminar kali ini merupakan salah satu rangkaian dari 3 seminar kerja sama dengan HHP Law Firm sepanjang 2024 yang akan diikuti oleh 90 UMK perempuan di Jakarta. Pada pelatihan pertama ini diikuti oleh 30 UMK Hub Jakarta Binaan PLN.


“Senang sekali mendapatkan ilmu tentang hukum bisnis. Jadi kita tidak mudah kena tipu dan lebih percaya diri dalam menjalankan usaha,” kata Rina, salah satu peserta.


Rina mengatakan dirinya sangat terbantu karena bisa berkonsultasi melalui tanya jawab interaktif dalam seminar tersebut. Ia dan puluhan peserta lainnya sangat antusias mengikuti seminar dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber yang kompeten di bidang hukum bisnis.


Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan, perseroan berkomitmen mendukung kemajuan sektor UMK, termasuk UMK yang digawangi perempuan. Menurut dia, ketangguhan perempuan dalam mengawal perubahan di berbagai sektor perlu mendapat dukungan pelatihan dan pengembangan.


“Melalui perannya dalam pengarusutamaan gender, Srikandi PLN peduli kepada UMK agar lebih memahami hukum berbisnis dan kemandirian perempuan dalam menjalankan bisnis UMK sehingga menjadikan pilar ekonomi Indonesia semakin kuat,” ungkap Darmawan.


Darmawan menambahkan, peran perempuan sangat besar dalam menopang ekonomi nasional karena sebagian besar pelaku UMK adalah perempuan. Selain itu, UMK menjadi salah satu pilar ekonomi nasional yang menyerap banyak tenaga kerja.


“Saya sangat optimistis bahwa perempuan bisa mendorong peran UMK dalam meningkatkan taraf hidup keluarganya maupun turut serta dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Darmawan.


Sementara itu, Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly sekaligus Ketua umum Srikandi PLN menjelaskan, program Srikandi PLN merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menerapkan prinsip environmental, social and governance (ESG). Program ini pun bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk dengan HHP Law Firm.


“Program ini adalah aksi nyata kontribusi berbagi ilmu bagi UMK perempuan. Sehingga lebih tangguh dan mandiri dalam menjalankan usahanya, untuk membantu perekonomian keluarga,” tuturnya.


Dalam pelatihan tersebut, berbagai pengetahuan dasar terkait hukum dalam berbisnis dijelaskan langsung oleh para ahli. Mulai dari bentuk usaha, hak dan kewajiban pekerja, utang piutang, serta persaingan usaha.


Ditemui di tempat terpisah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat (PLN UID Kalbar), Joice Lanny Wantania mengungkapkan PLN berkomitmen untuk mendorong UMK di Kalimantan Barat bisa naik kelas, dan mampu bersaing dengan UMK dari daerah lain, hingga menembus pasar ekspor.


“PLN berkomitmen mewujudkan UMK naik kelas. Hal ini kita wujudkan dengan pernah memfasilitasi UMK di Kalimantan Barat untuk sertifikasi sertifikasi Halal”, tegas Joice.


“Dengan sertifikasi halal ini, harapannya produk yang ditawarkan oleh UMK mampu bersaing di pasaran, karena sudah sesuai dengan standar nasional”, tutup Joice.(*)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *